Tiga Puisi karya Sitor Situmorang Yang Memukau Dunia Sastra Indonesia
Tiga Puisi karya Sitor Situmorang Yang Memukau Dunia Sastra Indonesia !!! Hallo sahabat puisi, apa kabar ? semoga sehat selalu, aminnn... Jika sahabat puisi sedang mencari penyair yang sukses menjadi seorang politisi maka mimin tidak ragu menyebut Sitor Sitomoranglah orangnya, bahkan banyak orang yang susah memilah beliau seorang politisi atau sastrawan.
Pada kesempatan kali ini mimin akan bagikan untuk kamu sekalian puisi karya Sitor Situmorang yang memukau dunia sastra Indonesia, namun sebelum itu kita kenalan dulu yuk sama beliau.
Nama lengkapnnya Sitor Situmorang, lahir di Harianboho, Tapanuli Utara, Sumatra Utara pada tanggal 21 oktober 1924. Ketertarikannya pada sastra muncul ketika beliau berkunjung ke rumah abangnya di Sibolga, menemukan buku max Hevelaar karya Multatuli seketika membuat beliau jatuh cinta pada sajak Saidjah dan Adinda dari Max Havelaar.
Sastrawan yang termasuk angkatan 45 itu juga seorang wartawan. Beliau pernah bergabung dengan Kantor Berita Antara, di Pematang Siantar, pada tahun 1947 menjadi koresponden Waspada, sebuah harian lokal di kota Medan.
Sitor Situmorang di kenal sebagai sastrawan yang cukup produktif. Beliau diketahui telah menulis 103 puisi yang terhimpun dalam tiga antologi puisi, yang membuat namanya di kenal dalam dunia sastra Indonesia.
Karya-karya memuakau beliau antara lain: Surat Kertas Hijau - Kumpulan Puisi (1954), Dalam Sajak -Kumpulan Puisi (1955), Wajah Tak Bernama – Kumpulan Puisi (1956), Zaman Baru – Kumpulan Puisi (1962), Dinding Waktu – Kumpulan Puisi (1976), Angin Danau – Kumpulan Puisi (1982), Bunga di Atas Batu (1989), dan Rindu Kelana – Kumpulan Puisi ( 1994) belum termasuk cerpen dan lain lain.
Baca Juga :
Nah kita langsung inti bahasan artikel kali ini. Berikut tiga puisi karya Sitor Situmorang Yang Memukau Dunia Sastra Indonesia, selamat menikmati...
Pada kesempatan kali ini mimin akan bagikan untuk kamu sekalian puisi karya Sitor Situmorang yang memukau dunia sastra Indonesia, namun sebelum itu kita kenalan dulu yuk sama beliau.
Nama lengkapnnya Sitor Situmorang, lahir di Harianboho, Tapanuli Utara, Sumatra Utara pada tanggal 21 oktober 1924. Ketertarikannya pada sastra muncul ketika beliau berkunjung ke rumah abangnya di Sibolga, menemukan buku max Hevelaar karya Multatuli seketika membuat beliau jatuh cinta pada sajak Saidjah dan Adinda dari Max Havelaar.
Sastrawan yang termasuk angkatan 45 itu juga seorang wartawan. Beliau pernah bergabung dengan Kantor Berita Antara, di Pematang Siantar, pada tahun 1947 menjadi koresponden Waspada, sebuah harian lokal di kota Medan.
Sitor Situmorang di kenal sebagai sastrawan yang cukup produktif. Beliau diketahui telah menulis 103 puisi yang terhimpun dalam tiga antologi puisi, yang membuat namanya di kenal dalam dunia sastra Indonesia.
Karya-karya memuakau beliau antara lain: Surat Kertas Hijau - Kumpulan Puisi (1954), Dalam Sajak -Kumpulan Puisi (1955), Wajah Tak Bernama – Kumpulan Puisi (1956), Zaman Baru – Kumpulan Puisi (1962), Dinding Waktu – Kumpulan Puisi (1976), Angin Danau – Kumpulan Puisi (1982), Bunga di Atas Batu (1989), dan Rindu Kelana – Kumpulan Puisi ( 1994) belum termasuk cerpen dan lain lain.
Baca Juga :
- Tiga Puisi Tentang Pahit Getirnya kehidupan karya Goenawan Muhamad
- Tiga Puisi Karya Sutardji Calzoum Bachri Yang Mendunia
Nah kita langsung inti bahasan artikel kali ini. Berikut tiga puisi karya Sitor Situmorang Yang Memukau Dunia Sastra Indonesia, selamat menikmati...
Puisi karya Sitor Situmorang Yang Memukau Dunia Sastra Indonesia

Surat Kertas Hijau
Segala kedaraannya tersaji hijau muda
Melayang di lembaran surat musim bunga
Berita dari jauh
Sebelum kapal angkat sauh
Segala kemontokan menonjol di kata-kata
Menepis dalam kelakar sonder dusta
Harum anak darah
Mengimbau dari seberang benua
Mari, Dik tak lama hidup ini
Semusim dan semusim lagi
Burungpun berpulangan
Mari, Dik, kekal bisa semua ini
Peluk goreskan di tempat ini
Sebelum kapal di rapatkan
Matahari Menunggu
Dihari minggu di hari iseng
Di silau matahari jalan berliku
Kawan habis tujuan di tepi kota
Dihari minggu di hari iseng
Bersandar pada dinding kota
Kawan terima kebuntuan batas
Dihari panas tak berwarna
Seluruh damba dibawah jalan
Dihari minggu diihari iseng
Bila pertemuan menambah damba
Melingkar di jantung kota
Ia merambah pada diri dan kepadatan hari
Tidak menolak tidak terima
Berita Perjalanan
Kujelajah bumi dan alis kekasih
Kuketok dinding segala kota
Semua menyisih
Keragaman nikmat bebas
Serta kerdilnya ikatan batas
Tersisa di tangkapan hanya hampa
Saat memuncak
Detik menolak
Terbanting diri pada kebuntuan
Hati berontak
Batas mengelak
Meruah ingin dalam kekosongan
Jakarta, Adam, Paris, Genova satu nama
Salju Alpina di jibuti guruan Afrika
Sejak itu sepakat kebuntuan
Jadi teman seperjalanan kekosongan
Dalam sajak mencari kepenuhan
Perang antara kesetiaan dan pengembaraan
Nahh bagaimana puisi karya beliau ? semoga bisa menambah referensi puisi kalian yaa.. Nikmati karya beliau dengan bijak, beli buku karya beliau yang original. Mungkin sampai disini artikel kumpulan puisi dari para legenda, sampai jumpa pada artikel puisi berikutnya...
Posting Komentar untuk "Tiga Puisi karya Sitor Situmorang Yang Memukau Dunia Sastra Indonesia"