Tiga Puisi Karya Amir Hamzah Sang Penyair Legenda
Tiga Puisi Karya Amir Hamzah Sang Penyair Legenda !!! Hallo sahabat puisi, apa kabar ? Semoga sehat selalu, amiin... sebagai pecinta puisi rasanya haram bila kita tidak mengenal Amir Hamzah. Yaa beliau adalah sang penyair legenda tanah air yang karyanya wajib kamu baca.
Nama lengkapnya Tengkoe Amir Hamzah Pangeran Indara Poetera, biasa di kenal dengan nama Amir Hamzah. Beliau merupakan penyair yang tergolong dalam angkatan Poedjangga Baroe (pujangga Baru) dan merupakan pahlawan nasional.
Pria kelahiran Tanjung Pura, Langkat, Sumatra Timur, Hindia Belanda pada 28 Februari 1911, merupakan seorang bangsawan Melayu kesultanan Langkat di Sumatra Timur yang kini telah menjadi Sumatra Utara.
Masa kecil beliau habiskan di Sumatra dan Jawa. Tercatat beliau pernah menempuh pendidikan di SMP Meer Uitgebreid Lager Onderwijs di Batavia sekarang Jakarta pada tahun 1928, Kemudian melanjutkan SMA di Surakarta pada tahun 1930, dan melanjutkan sekolah hukum di Batavia. Amir Hamzah termasuk salah satu pemuda yang ikut andil dalam merumuskan konsep sumpah pemuda pada tahun 1928.
Kecintaan beliau terhadap puisi sudah sejak masih remaja, hal ini terbukti dari banyak puisi karya beliau yang tak bertanggal. Di perkiran puisi tersebut di tulis semenjak beliau memulai perantaunnya ke tanah Jawa.
Puisi-puisi beliau syarat akan makna cinta, agama, dan konflik batin yang mendalam. Amir Hamzah telah menulis 50 puisi, 18 buah puisi prosa, 4 cerita pendek dan berbagai karya lainnya. Diantara karya memukaunya yaitu nyanyi sunyi (1937) dan Buah Rindu (1941).
Baca Juga :
Nah itu sedikit kisah tentang beliau, berikut mimin lampirkan tiga puisi karya Amir Hamzah sang penyair legenda. Selamat membaca...
Nama lengkapnya Tengkoe Amir Hamzah Pangeran Indara Poetera, biasa di kenal dengan nama Amir Hamzah. Beliau merupakan penyair yang tergolong dalam angkatan Poedjangga Baroe (pujangga Baru) dan merupakan pahlawan nasional.
Pria kelahiran Tanjung Pura, Langkat, Sumatra Timur, Hindia Belanda pada 28 Februari 1911, merupakan seorang bangsawan Melayu kesultanan Langkat di Sumatra Timur yang kini telah menjadi Sumatra Utara.
Masa kecil beliau habiskan di Sumatra dan Jawa. Tercatat beliau pernah menempuh pendidikan di SMP Meer Uitgebreid Lager Onderwijs di Batavia sekarang Jakarta pada tahun 1928, Kemudian melanjutkan SMA di Surakarta pada tahun 1930, dan melanjutkan sekolah hukum di Batavia. Amir Hamzah termasuk salah satu pemuda yang ikut andil dalam merumuskan konsep sumpah pemuda pada tahun 1928.
Kecintaan beliau terhadap puisi sudah sejak masih remaja, hal ini terbukti dari banyak puisi karya beliau yang tak bertanggal. Di perkiran puisi tersebut di tulis semenjak beliau memulai perantaunnya ke tanah Jawa.
Puisi-puisi beliau syarat akan makna cinta, agama, dan konflik batin yang mendalam. Amir Hamzah telah menulis 50 puisi, 18 buah puisi prosa, 4 cerita pendek dan berbagai karya lainnya. Diantara karya memukaunya yaitu nyanyi sunyi (1937) dan Buah Rindu (1941).
Baca Juga :
- Tiga Puisi Karya Asrul Sani Sang Pembaharu Sastra Indonesia
- Tiga Puisi Karya Taufik Ismail Yang Mengaduk Perasaan
Nah itu sedikit kisah tentang beliau, berikut mimin lampirkan tiga puisi karya Amir Hamzah sang penyair legenda. Selamat membaca...
Puisi Karya Amir Hamzah Sang Penyair Legenda

Padamu Jua
Habis kikis
Segala cintaku hilang terbang
Pulang kembali aku padamu
Seperti dahulu
Kaulah kandil kemerlap
Pelita jendela di malam gelap
Melambai pulang perlahan
Sabar, setia selalu
Satu kekasihku
Aku manusia
Rindu rasa
Rindu rupa
Dimana engkau
Rupa tiada
Suara sayup
Hanya kata merangkai hati
Engkau cemburu
Engkau ganas
Mangsa aku dalam cakarmu
Bertukar tangkap dengan lepas
Nanar aku, gila sasar
Sayang berulang padamu jua
Engkau pelik menarik ingin
Serupa dara di balik tirai
Kasihmu sunyi
Menunggu seorang diri
Lalu waktu-bukan giliranku
Mati hari-bukan kawanku
Doa
Dengan apakah kubandingkan pertemuan kita, kekasihku ?
Dengan senja samar sepoi, pada masa purnama meningkat naik,
Setelah menghalaukan panas terik
Angin malam mengembus lemah, menyejuk badan, melambung
Rasa menayang pikir, membawah angan kebawah kursimu
Hatiku terang menerima katamu, bagai bintang memasang lilinnya
Kalbuku terbuka menunggu kasihmu, bagai sedap malam menyirak kelopak
Aduh, kekasihku, isi hatiku dengan katamu, penuhi dadaku dengan cahayamu,
Biar bersinar mataku sendu, biar berbinar gelakku rayu !
Berdiri Aku
Berdiri aku di senja senyap
Camar melayang menepis buih
Melayah bakau mengurai puncak
Berjulang datar ubur berkembang
Angin pulang menyejuk bumi
Menepuk teluk mengempas emas
Lari kegunung memuncak sunyi
Berayun-ayun di atas alas
Benang raja mencelup ujung
Naik marak mengerak corak
Elang leka sayap tergulung
Di mabuk warna berarak arak
Dalam rupa maha sempurna
Rindu sendu mengharu kalbu
Ingin datang merasa sentosa
Menyecap hidup bertentu tuju.
Itulah tiga puisi karya Amir Hamzah sang penyair legenda, semoga artikel ini manambah pengetahuan kalian mengenai puisi. Terima kasih telah berkunjung di blog ini, sampai jumpa di artikel berikutnya...
Posting Komentar untuk "Tiga Puisi Karya Amir Hamzah Sang Penyair Legenda "