60+ Puisi Cinta Romantis Menyentuh Hati Paling Baru
Puisi Cinta Romantis Menyentuh Hati Paling Baru !!! Hallo sahabat puisi, apa kabar ? semoga sehat selalu aminnn... Berbicara tentang puisi, maka salah satu tema yang paling banyak di angkat oleh para penyair adalah cinta. Cinta memang selalu menghiasi kehidupan manusia, sehingga kisah cinta akan sangat mudah di ekspresikan dalam bentuk apapun termasuk dalam puisi.
Puisi selalu menjadi wadah untuk mengungkapkan rasa, baik itu rasa cinta, rindu, sedih dan lain lain. Namun tidak semua orang mudah mengungkapkan rasa, apalagi dalam bentuk puisi. Apa kamu juga demikian ? kemungkinan besar iya.
Baca juga :
- 30+ Kumpulan Puisi Galau Sedih Ditinggal Kekasih
- 60+ Kumpulan Puisi Galau Terbaik Bertema Rindu, Cinta Romantis Bikin Sedih
Tenang, jangan sedih... pada kesempatan kali ini mimin akan bagikan untuk kamu semua Puisi Cinta Romantis Menyentuh hati, yang mungkin bisa mewakili perasaanmu saat ini. Tidak usah banyak cincong selamat membaca...
Puisi Cinta Romantis Menyentuh Hati Paling Baru

Mencintaimu MelaluiNya
Oleh: Pujanggabajingan
Aku penggemarmu
Yang hanya mampu memperhatikanmu
Menikmati suaramu,
Mata indahmu dan senyummu dari kejauhan
Aku tak memiliki keberanian melitas di hadapanmu
Apalagi menyapamu
Sebab aku merasa tidak pantas
Aku lebih memilih mencintaimu lewat sang pencipta
Berdoa padaNya
Semoga rasa ini terjawab dengan kuasaNya
Karena tak ada yang tak mungkin bagiNya
Duduklah Disampingku
Oleh: Pujanggabajingan
Kemarilah duduk disampingku
Aku ingin menceritakan sesuatu
Cerita tentang kita,
Cerita tentang bagaiman aku sangat bahagia hidup bersamamu saat ini
Kemarilah duduk disampingku
Aku ingin mendengarkan sesuatu
Mendengar cerita,
Certita tentang perasaanmu saat ini hidup bersamaku
Semoga sama sepertiku yang begitu bahagia
Utarakan Rasa
Oleh: Pujanggabajingan
Bisakah kamu memahamiku
Orang yang selalu menemanimu
Yang selalu berbagi tangis dan tawa denganmu
Dan memegang semua rahasiamu
Ya aku sahabatmu
Entahlah, harus mulai darimana kuutarakan isi hati
Rasaku tiba tiba berubah
Ingin menjadi lebih dari sekedar seorang sahabat
Merindu lebih dari rindunya seorang sahabat
Menyayangi lebih dari sayangnya seorang sahabat
Maafkan aku yang harus mengutarakan ini tiba tiba
Selalu Mengenangmu
Oleh: Pujanggabajingan
Namamu akan terus tetap ku ingat
Aku sangat berterima kasih
Telah menjadi bagian dari kisah hidupku
Mengisi perjalanan waktuku
Menjadi bagian dari arah langkahku
Walau kini kau tak ku tahu dimana rimbanya
Hatiku masih selalu mengenangmu
Kau tak akan pernah hilang dari ingatanku
Sebab kita telah saling memaafkan
Dan kau pun telah mengaku salah
Begitu pun aku
Kau ku kenang sebagai pribadi yang baik
Dan ku harap kau pun sebaliknya terhadapku
Semoga...
Rasa Yang Tak Seharusnya Ada
Oleh: Pujanggabajingan
Perhatian itu
Tak kusangka akan menumbuhkan rasa dalam hatiku
Rasa yang tak seharusnya ada
Mencintaimu yang telah termiliki
Jujur aku menikmatinya
Walau ku tahu ini salah
Aku tak mampu melakukan apa apa
Dengan keadaan yang serba salah seperti ini
Tak ingin menyakiti dia yang berada disisimu
Sebab aku sama seperti dia butuh perhatian darimu
Untukmu, maafkan aku yang telah salah mencinta
Maafkan aku bila telah menyakitimu
Sepasang Teman
Oleh: Pujanggabajingan
Kita saling mengingatkan
Saling menguatkan
Saling berpegangan tangan
Dan kita juga saling memberi perhatian
Kita hanyalah sepasang teman
Tak lebih dari itu
Namun rindu menggebu ingin terus bertemu
Aku dan kamu terbelenggu dalam status pertemanan
Yang tanpa sadar menubuhkan benih cinta diantara kita
Tapi kita tak dapat melangkah lebih jauh dari ini
Sebab aku dan kamu sudah ada yang memiliki
Tak Bisa Melupakan
Oleh: Pujanggabajingan
Tak bisa melupakan
Yang sudah lama meninggalkan
Entahlah, sulit kujelaskan
Mungkin caranya memperlakukan jauh berbeda dari yang pernah singgah sebelumnya...
Tak bisa melupakan
Mungkin tak seharusnya kulupakan
Biar ku simpan saja segala kenangan
Dengan rapi dalam hati yang pernah kau isi sebelumnya...
Untuk Yang Pernah Singgah
Oleh: Pujanggabajingan
Terimakasih padamu
Yang pernah singgah dihati
Bahagia bisa mengenalmu
Menjadi bagian dari hidupmu
Meski kita kini tak lagi terikat
Dalam suatu hubungan kasih sayang
Namun kita padu dalam hubungan pertemanan
Terimakasih...
Cahaya Dalam Gelap
Oleh: Pujanggabajingan
Cahaya dalam gelap
Tiba tiba datang
Tak tahu darimana arahnya
Cukup membuat ruang ini terlihat
Walau dalam keremangan
Itulah bayangan dirimu
Yang tiba tiba hadir
Dikala impian memudar
Dan jalan tak berarah
Bidadari yang turun entah darimana
Menenagkan segalanya
Malam Ini Hujan Lagi
Oleh: Pujanggabajingan
Malam ini hujan lagi
Sepertinya lebih deras
Mungkinkah akan banjir
Seperti minggu lalu
Yang memporandakan seisi rumah...
Malam ini marah lagi
Sepertinya lebih besar
Mungkinkah akan lebih alot
Seperti minggu lalu
Yang mengoyak ngoyak hatiku
Semoga saja tidak
Karna hujan masih dibutuhkan mahluk bumi untuk hidup
Begitupula amarahmu sebagai pertanda cinta
Candu Bagiku
Oleh: Pujanggabajingan
Ku ukir namamu
Bersama rindu di hatiku
Dan bayangmu
Mencabik cabik jiwaku
Kau yang selalu ku percaya
Tetap jaga itu
Bersama kita selalu utuh
Bersama kita selalu padu
Tetaplah disisiku
Karena kau adalah candu bagiku
Berlagak Bodoh
Oleh: Pujanggabajingan
Hay kamu
Yang berlagak bodoh
Dengarkan aku
Aku mencintaimu
Iya kamu...
Jadi jangan abaikan aku lagi
Aku ingin kamu sadar
Pokoknya sekarang kamu milikku
Titik...
Aku Disini
Oleh: Pujanggabajingan
Jangan sesekali menyebut namanya didepankan
Karena itu membuat hatiku sakit
Jangan terus kau gali kenangan masa lalu
Karena itu membuat hatiku perih
Aku tahu
Itu berat
Tapi aku disini
Masa depanmu
Lihatlah aku
Jangan abaikan aku
Kalau Sudah Cinta
Oleh: Pujanggabajingan
Entah mengapa
Aku selalu tegas akan sebuah pilihan
Setidaknya harus memenuhi segala kriteria
Namun prinsip itu tiba tiba runtuh seketika,
Ketika aku bertemu denganmu
Kata orang...
Kalau sudah cinta, bau tai akan seperti bau bunga
Kita pun akan menjadi buta
Hmm... memang kalau sudah cinta
Maka akan lupa segalanya...
Tanda
Oleh: Pujanggabajingan
Kamu tahu
Hujan itu adalah tanda
Tandanya langit sedang rindu kepada bumi
Kamu tahu
rindu itu adalah tanda
Tandanya aku sangat mencintai kamu
Kamu tahu
Marah itu adalah tanda
Tandanya aku cemburu akan sikapmu
Tekat
Oleh: Pujanggabajingan
Aku tidak akan berhenti
Apalagi pergi
Terserah Dia
Yang maha memberi Cinta
Kapan mendatangkan
Dan kapan menghilangkan
Aku tidak akan putus asa
Tapi hanya berserah
Mencintaimu bagai perang bagiku,
Yaa perang yang harus ku menangkan
Ini tekat,
Yang telah ku bulatkan
Kamu harus jatu dalam pelukanku
Mantra
Oleh: Pujanggabajingan
Ini seperti mantra
Yang terlihat biasa
Tapi penuh makna
Syarat akan rasa
Tiba tiba terjangkit
Dan aku terhipnotis
Oleh mantramu
Yang terus meracuni pikiranku
Akhirnya aku jatuh
Yaa jatuh dan takluk padamu
Candu Bagiku
Oleh: Pujanggabajingan
Ku ukir namamu
Bersama rindu di hatiku
Dan bayangmu
Mencabik cabik jiwaku
Kau yang selalu ku percaya
Tetap jaga itu
Bersama kita selalu utuh
Bersama kita selalu padu
Tetaplah disisiku
Karena kau adalah candu bagiku
Berlagak Bodoh
Oleh: Pujanggabajingan
Hay kamu
Yang berlagak bodoh
Dengarkan aku
Aku mencintaimu
Iya kamu...
Jadi jangan abaikan aku lagi
Aku ingin kamu sadar
Pokoknya sekarang kamu milikku
Titik...
Aku Disini
Oleh: Pujanggabajingan
Jangan sesekali menyebut namanya didepankan
Karena itu membuat hatiku sakit
Jangan terus kau gali kenangan masa lalu
Karena itu membuat hatiku perih
Aku tahu
Itu berat
Tapi aku disini
Masa depanmu
Lihatlah aku
Jangan abaikan aku
Kalau Sudah Cinta
Oleh: Pujanggabajingan
Entah mengapa
Aku selalu tegas akan sebuah pilihan
Setidaknya harus memenuhi segala kriteria
Namun prinsip itu tiba tiba runtuh seketika,
Ketika aku bertemu denganmu
Kata orang...
Kalau sudah cinta, bau tai akan seperti bau bunga
Kita pun akan menjadi buta
Hmm... memang kalau sudah cinta
Maka akan lupa segalanya...
Tanda
Oleh: Pujanggabajingan
Kamu tahu
Hujan itu adalah tanda
Tandanya langit sedang rindu kepada bumi
Kamu tahu
rindu itu adalah tanda
Tandanya aku sangat mencintai kamu
Kamu tahu
Marah itu adalah tanda
Tandanya aku cemburu akan sikapmu
Tekat
Oleh: Pujanggabajingan
Aku tidak akan berhenti
Apalagi pergi
Terserah Dia
Yang maha memberi Cinta
Kapan mendatangkan
Dan kapan menghilangkan
Aku tidak akan putus asa
Tapi hanya berserah
Mencintaimu bagai perang bagiku,
Yaa perang yang harus ku menangkan
Ini tekat,
Yang telah ku bulatkan
Kamu harus jatu dalam pelukanku
Mantra
Oleh: Pujanggabajingan
Ini seperti mantra
Yang terlihat biasa
Tapi penuh makna
Syarat akan rasa
Tiba tiba terjangkit
Dan aku terhipnotis
Oleh mantramu
Yang terus meracuni pikiranku
Akhirnya aku jatuh
Yaa jatuh dan takluk padamu
Menetap
Oleh: Pujanggabajingan
Aku akan tetap disisimu
Meski terus jatuh
Meski terus disakiti
Aku akan tetap tersenyum
Meski aku rapuh
Meski hatiku menangis
Intropeksi
Oleh: Pujanggabajingan
Aku tak terlepas dari salah
Maka maafkan...
Aku sadar
Belum bisa jadi seperti yang kau idamkan
Aku akan pergi
Mungkin akan lama
Hanya sekedar intropeksi diri
Agar nanti bisa jadi seperti yang kau ingini
Jika aku tak kembali
Hatimu lelah menunggu
Maka...
Carilah penggantiku
Dan aku tak akan mengapa...
Tampakkan Wajahmu
Oleh: Pujanggabajingan
Aku masih terbayang
Akan memori di masa silam
Wajah itu samar samar
Sepintas lewat dalam ingatan
Entahlah...
Siapa dia ?
Tolong jawab
Tampakkan wajahmu
Walau hanya sesaat dalam mimpi
Karma
Oleh: Pujanggabajingan
Oleh: Pujanggabajingan
Berdesir darahku mendengar kabar tentangmu
Yang telah di khianati oleh dia lelaki pilihanmu
Karma ...
Mungkin itu yang sedang menimpamu
Seperti aku yang kau tinggalkan dulu
Hari hari akan di temani rasa sakit,
Cinta yang terbangun hancur menjadi puing
Dan yang dapat kamu lakukan hanyalah bersembunyi dalam kamar sepi,
Terisak meratapi...
Sudahlah...
Mengapa harus meratapi orang yang telah menyakiti
Bukankah dia telah memilih untuk menghianati
Yang harus kamu lakukan adalah membasuh lukamu
Biarkan waktu yang menjadi obat penyembuh
Anggap saja dia bagian dari prosesmu...
Cermin-Cermin
Oleh: Pujanggabajingan
Oleh: Pujanggabajingan
Aku selalu menempatkan cermin disetiap sudut-sudut kamar
Bukan karena aku menyukainya, atau ingin mengoleksinya
Entahlah...
Mungkin karena aku terlalu takut,
yaa... takut mencintaimu
dan apabila itu terjadi, cermin-cermin itu akan meyadarkanku dari mimpi tentangmu, tentang ingin memilikimu; aku hanya ingin terus tersadar, dan tak ingin melampaui batas
Mungkin terkesan pasrah dengan keadaan; kalah sebelum berperang,
Aku tahu begitu banyak orang diluar sana yang sedang berjuang memilikimu,
Aku memilih untuk tersisih, Karena berjuang memelikimu adalah mustahil bagiku...
Ilusi
Oleh: Pujanggabajingan
Oleh: Pujanggabajingan
Aku yakin kamu hanyalah ilusi
Yang datang mengakuisisi,
Puing puing reruntuhan masa lalu
Yang sedang kuratapi
Aku yakin kamu hanyalah ilusi
Yang datang untuk menghakimi,
Aku yang pergi tanpa permisi
Dan aku pasrah dengan hukuman yang kamu beri
Selalu Menyapamu
Oleh: Pujanggabajingan
Oleh: Pujanggabajingan
Aku selalu menyapamu lewat lagu
Lagu yang kucipta sendiri,
Untukmu...
Tapi, aku malu bernyanyi di hadapanmu
Aku selalu menyapamu lewat puisi
Puisi yang kubuat sendiri,
Untukmu...
Tapi, aku malu membacanya di hadapanmu
Aku selalu menyapamu lewat surat cinta
Surat yang kutilis sendiri,
Untukmu...
Tapi, aku malu memberikannya padamu
Aku hanya mampu menyapa
Tapi tak berharap sapa
Bodoh
Oleh: Pujanggabajingan
Oleh: Pujanggabajingan
Aku, yang kau sebut bodoh
Terus mengejar bayangmu
Walau menghilang tak menentu
Aku, yang kau sebut bodoh
Terus mengharapmu
walau telah kau tolak mentah-mentah
Aku, yang kau sebut bodoh
Terus mengejarmu
Walau hati telah kau patahkan
Aku, yang kau sebut bodoh
Terus menunggu
Walau langit runtuh
Aku memang bodoh...
Memahami
Oleh: Pujanggabajingan
Oleh: Pujanggabajingan
Aku selalu berusaha memahami tentang kita,
Tentang ketika aku dan kamu menjadi kita
Tentang bagaimana segala hal terasa begitu mudah
Serta tentang bagaimana manis dan pahit kita kecap bersama
Aku selalu berusaha memahami tentang kita,
Tentang ketika kamu menjadi candu
Tentang bagaimana kita berbagi rindu
Serta tentang bagaimana kamu menajadi tempatku pulang...
Terimakasih
Oleh: Pujanggabajingan
Oleh: Pujanggabajingan
Terimakasih...
Telah menjadi bagian dari hidupku
Mau menerimaku dengan segala kekurangan
Tidak begitu mempersoalkan tentang masa laluku
Dan aku yakin kamu berusaha keras tentang hal itu
Terimakasih...
Telah menjadi bagian dari masa depanku
Mau melangkah bersama meraih cita
Melukis waktu dengan kenangan terindah
Bersama mereka malaikat kecil kita
Terimakasih...
Penyesalan Terindah
Oleh: Pujanggabajingan
Oleh: Pujanggabajingan
Kamu adalah penyesalan terindah
Mungkin itu salahku,
yang kurang peka
Atau salah waktu,
yang mempertemukan kita lebih awal
Sampai pada akhirnya,
Kita berpisah mencari arah, meraih cita
Aku terhempas dalam jurang kehidupan
Yang begitu keras
Sementara kamu, jauh meninggalkanku dipuncak menara
Berbaik Sangka
Oleh: Pujanggabajingan
Oleh: Pujanggabajingan
Aku mencoba berbaik sangka padamu yang pandai menyakiti,
Walau kadang terkesekan memaksakan diri
Mencintaimu akan selalu kulakukan; seperti perkataanku yang dulu, sekarang dan akan datang
Mungkin terasa konyol
Entahlah... tapi itu yang sedang ku rasakan
Aku mencoba berbaik sangka padamu yang selalu mendustai,
Walau luka telah mengangah besar dalam hati
Mencintaimu telah menjadi kewajiban sejak dulu, sekarang dan akan datang
Mungkin terkesan gila
Entahlah... tapi itu yang sedang ku rasakan ...
Aku mencoba berbaik sangka...
Mencoba
Oleh: Pujanggabajingan
Oleh: Pujanggabajingan
Aku akan mencoba, berajak dari sepi
Membuka kembali lembaran baru
Menerima segala keadaan
Dan melupakan segala kenangan
Aku akan mencoba, membujuk hati
Untuk kembali menerima
Berbaik sangka pada perasaan
Yang mungkin akan datang
Aku akan mencoba...
Sadarlah
Oleh: Pujanggabajingan
Oleh: Pujanggabajingan
Hai kamu, yang selalu berharap temu
Pada dia yang tak pernah pelirikmu
Sadarlah...
Cintanya semu
Hai kamu, yang selalu membagi keluh
Padaku yang terus melirikmu
Sadarlah...
Aku mencintaimu
Candu dan Rindu
Oleh: Pujanggabajingan
Oleh: Pujanggabajingan
Ketika aku yang seolah harus mendapatkan kabar darimu
Dan merasa kurang kala ucapan "selamat pagi" tak datang di pagi hari
Mungkin ini yang dinamakan candu
Dan aku sakau karenamu
Ketika aku yang seolah harus mendapat asupan rayuan gombalmu
Dan merasa kurang kalau ucapan "Selamat tidur mimpiin aku" Tak mengantar tidurku
Mungkin ini yang dinamakan rindu
Dan aku selalu ingin bertemu
Bakti
Oleh: Pujanggabajingan
Oleh: Pujanggabajingan
Aku mengenalmu dari sebuah perjodohan
Yang sejujurnya hal yang paling ku benci dalam percintaan
Namun aku terjebak pada bakti
Dan demi kebahagiaan orang tua
Mungkin aku masih muak dengan kisah masa lalu
Yang menempaku jadi seperti ini
Dingin dan membantu
Maafkan aku yang belum melirikmu
Perumpamaan Kita
Oleh: Pujanggabajingan
Oleh: Pujanggabajingan
Mau tahu perumpamaan aku dan kamu ?
Seperti air dan minyak, yang sulit untuk menyatu
Ibarat langit dan bumi, yang hanya mampu saling menatap
Laksana Siang dan malam, yang sukar untuk bertemu
Tapi aku selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu
Begitu pula kamu
Setidaknya kita dapat saling melengkapi
Seperti mereka
Sibuk
Oleh: Pujanggabajingan
Oleh: Pujanggabajingan
Kamu masih ingat
Betapa sumringahnya diriku kala kau menerimaku ?
Iya, aku mulai berusaha tapil sempurna setiap harinya di hadapanmu
Berusaha menjadi yang terbaik dimatamu
Aku tak akan melupakan masa-masa itu
Sampai pada saat kalimat untuk menkhiri hubungan ini kamu ucapkan
Entahlah...
Mungkin aku terlalu sibuk menjadi yang sempurna
Hingga aku lupa menyuguhkan kenyamanan yang kamu inginkan
Untuk Yang Masih Dalam Dekapan
Oleh: Pujanggabajingan
Oleh: Pujanggabajingan
Untuk kamu yang masih dalam dekapan
Jangan jatuh terlalu nyaman
Mungkin dia sedang jadi incaran
Jangan khawatir
Bila memang kamu mencintainya,
Yakin dan percaya padanya
Niscaya dia tidak akan perpaling darimu
Walau sejengkal
Namun sebaliknya
Jika kamu ragu padanya
Maka kamu akan mulai mengawasinya
Itu bisa membuatnya tidak nyaman
Dan mungkin dia akan pergi mencari kenyamanan yang tidak kau suguhkan
Patah
Oleh: Pujanggabajingan
Aku belum beranjak dari kamar sepiku
Masih terisak akan tindakanmu padaku.
Bukan...
Ini bukan karena kepergianmu
Hanya saja hati yang masih mengingat potongan kenangan yang kita jalani bersama,
Aku mungkin akan lebih sulit untuk tersenyum, apalagi tertawa selepas kepergianmu
Bukan karena aku patah sepatah-patahnya
Hanya saja...
Aku tak ingin salah untuk yang kedua kalinya
Benda Mulia
Oleh: Pujanggabajingan
Kamu begitu sempurna
Laksana benda mulia yang sukar di temui
Kamu begitu mudah membuat semua orang terpana
Termasuk aku...
Aku tak perna berfikir untuk mendekatimu
Apalagi mencintaimu
Jangan tanya mengapa...?
Karena aku akan mudah terhasut cemburu
Bahkan pada burung yang bersiul
Alasanku
Oleh: Pujanggabajingan
Kamu mau tahu alasanku pergi ?
Meninggalkan cerita yang kita rangkai bersama
Meninggalkan kasih yang kita jaga bersama
Bukan...
Bukan karena aku bosan denganmu
Aku hanya lelah dengan keadaan
Yang begitu keras memaksaku untuk tersisih lebih awal
Alasanku
Oleh: Pujanggabajingan
Kamu mau tahu alasanku pergi ?
Meninggalkan cerita yang kita rangkai bersama
Meninggalkan kasih yang kita jaga bersama
Bukan...
Bukan karena aku bosan denganmu
Aku hanya lelah dengan keadaan
Yang begitu keras memaksaku untuk tersisih lebih awal
Jangan Bertanya
Oleh: Pujanggabajingan
Oleh: Pujanggabajingan
Jangan bertanya tentang bibit, bebet dan bobotku?
Pokoknya aku hanya insan biasa yang tak punya apa-apa
Mencari pemilik hati yang telah tertulis di lauhul mahfuds
Dan Itu bisa saja kamu...
Bila orang tuamu terus bertanya tentang itu
Jawab saja apa adanya, seperti aku melihatmu
Dan apabila mereka tetap mengatakan tidak,
Ikuti mereka...
karena ridho mereka adalah ridho-Nya
Mungkin kamu bukan rahasia takdirku
Tetapi hanyalah selembar proses untuk meraihnya
Begitu pula sebaliknya
Jangan cemas
Aku akan baik-baik saja
Cukup jaga hatimu dan tetap dijalanNya
Dan doaku semoga kamu bahagia dengan pilihan mereka
Jangan khawatir ini masih sama
Dalam kediaman
Lelah memakan ragamu
Pulanglah...
Ini berbeda dengan yang terakhir kali
Cinta ini tulus
Menghitung hari
Waktu begitu tergesah
Sajak yang pernah ku simpan
Begitu kasmarankah aku kala itu
Tak bisa lagi kelain hati
Pasti yang kita ingini
Waktu diam diam menitipkan rasa
Namamu yang tak pernah ada
Aku hanyalah seekor lebah
Aku hanyalah seekor semut
Aku tak berdaya,
Lelah sejenak menghilang
Pelipur lara
Tiba tiba kau menangis dalam pelukku
Munkin terkesan jahat,
Kamu...
Izinkalah aku sedikit mengukir senyum diwajah ayumu
Izinkan aku mengisih hari harimu
Masih Sama
Oleh: Pujanggabajingan
Jangan khawatir ini masih sama
Tidak ada yang berubah
Hanya puingnya saja yang berserakan
Dan cintamu masih terus ku genggam
Dalam kediaman
Berdoa tanpa henti
Berharap kau kembali
Mengisi ruang yang masih kosong di hati
Jangan bertanya kenapa ?
Karena cinta ini masih sama kini dan untuk selamanya
Pulanglah
Oleh: Pujanggabajingan
Lelah memakan ragamu
Yang begitu ngotot mencari dia
Dia yang pergi entah kemana
Setelah menyakitimu
Pulanglah...
Akan ku sembuhkan luka itu
Akan ku peluk lelahmu
Bersama kasih
Yang telah terpendam lama dalam hati
Bersama pelangi
Kita warnai hari yang begitu bahagia
Kamu dan aku
Cinta Tulus
Oleh: Pujanggabajingan
Ini berbeda dengan yang terakhir kali
Terasa lebih hebat
Getarannya lebih kuat
Aku jatuh hati
Cinta ini tulus
Cinta ini rela berkorban
Cinta ini setia
Demi kamu
Menjelang Temu
Oleh: Pujanggabajingan
Menghitung hari
Menuju temu
Ragu tak kupungkiri
Kaki gagap melangkah maju
Waktu begitu tergesah
Hati berdegub kencang
Tersipu malu
Menjelang temu
Sajak Yang Tersimpan
Oleh: Pujanggabajingan
Sajak yang pernah ku simpan
Setidaknya memberiku kenyamanan
Tersenyum sendiri malu
Kala ku baca bait demi bait
Begitu kasmarankah aku kala itu
Hingga mampu merangkai kata memuja namamu seindah ini
Cinta begitu hebat
Mampu buatku gila
Ahh sudahlah...
Setidaknya sajak ini mengingatkan
Tentang kamu yang pernah ku rindukan
Mantap
Oleh: Pujanggabajingan
Tak bisa lagi kelain hati
Hati mantap untuk bertepi
Aku dan kamu yang masih sendiri
Siap melangkah menuju pasti
Pasti yang kita ingini
Hidup sederhana bersama mimpi
Mimpi yang membuat hidup bersemi
Tentunya dia sang buahati
Semoga Berbalas
Oleh: Pujanggabajingan
Waktu diam diam menitipkan rasa
Mengubah pertemuan menjadi cinta
Aku dan kamu yang tak sengaja
Asmara bergelora
Namamu yang tak pernah ada
Kini berbisik di hatiku
Aku terpesona
Semaga rasa ini berbalas
Hati Telah Menetap
Oleh: Pujanggabajingan
Aku hanyalah seekor lebah
Yang sedang mengincar harummu
Sementara kamu bunga
Yang mekar harumnya tersohor penjuru negri
Aku hanyalah seekor semut
Yang kecil tak menarik
Itulah alasan mengapa kamu tak sedikit pun menoleh kepadaku...
Aku tak berdaya,
Bagaikan langit dan bumi
Kita berbeda...
Namun hati telah menetap padamu
Permata Jiwa
Oleh: Pujanggabajingan
Senyum itu kembali lagi
Setelah semerbaknya hilang tempo hari
Maha karya ilahi
Sungguh keindahan yang hakiki
Lelah sejenak menghilang
Terhempas oleh senyummya yang menawan
Jangan lagi menghilang
Hatiku akan kesakitan
Pelipur lara
Ditengah duka
Peneduh
Ditengah terik
Harapan dan ikhtiar
Tercurah padamu
Permata jiwaku
Penantian
Oleh: Pujanggabajingan
Tiba tiba kau menangis dalam pelukku
Sembari bercerita tentang sakitmu
Dan itu seperti menjalar di nadiku
aku sakit karena lukamu
Munkin terkesan jahat,
Namun ini adalah detik yang telah lama kunanti
Menunggu waktu kau berpaling
Di khianati olehnya
Dan aku hadir membasuh lukamu
Semoga... kau mau melihatku lebih...
Izinkan Aku
Oleh: Pujanggabajingan
Kamu...
Hanyalah sekedar angan
Memberi warna dalam hariku
Hanyalah sekedar mimpi
Yang mengusik malamku
Izinkalah aku sedikit mengukir senyum diwajah ayumu
Membilas dukamu dengan tingkah konyolku
Semoga kau menyukainya...
Izinkan aku mengisih hari harimu
Membasuh luka lukamu
Yang masih menghantuimu
Semoga kau mengizinkannya
Fenomena
Oleh: Pujanggabajingan
Sebuah fenomena alam langka
Terjadi padaku hari ini
Mataku tak mampu berkedip
Lidahku tak mampu berkata
Terpukau akan karya tuhan maha dasyat
Mimpi apa aku semalam
Harus berpapasan denganmu
Yang begitu mudah membuat degup jangtung berdebar
Darah berdesir mengalir lebih deras
Kau sang fenomena
Denganmu
Oleh: Pujanggabajingan
Berawal dari sebuah sunyuman
Kau memukau hati dan pikiran
Rasa yang muncul tiba tiba tak tertahan
Mendorong jiwa untuk selalu berpapasan
Denganmu...
Senyum yang begitu jarang tergores diwajah
Terus hadir tak terkendali...
Denganmu...
Ego yang begitu menggebu di jiwa
Terkikis perlahan
Denganmu...
Amarah yang datang dan pergi tak tahu masa
Tertidur lebih panjang
Kau mampu mengendalikanku...
Tak Menafikkan
Oleh: Pujanggabajingan
Aku mulai resah
Ketika alam belum juga berikan pertanda
Tentang hubungan yang terus aku perjuangkan tanpa lelah
Entahlah, apakah penolakkan jawabannya
Aku juga tak menafikkan
Kau selalu ada ditiap doaku
Memohon padaNya sang pemilik cinta
Dan yang membolak balikkan rasa
Aku khusuk meminta
Kamu yang ku cinta
Perihal Rasa
Oleh: Pujanggabajingan
Ini perihal rasa
Tentunya setiap orang berbeda
Sederhana, semisal warna favorit
Aku menyukai putih yang bersih
Sedangkan kamu, hitam pekat yang penuh misteri
Tentunya rasa demikian
Tak bisa di paksakan
Aku menyukai yang sederhana memikat
Kamu yang glamor memukau
Sungguh berbeda
Tentang Ikhlas
Oleh: Pujanggabajingan
Ini tentang ikhlas
Tentang bagimana mencinta tak berbalas
Mungkin menyakitkan
Tapi ini rela kulakukan
Ini tentang keinginan
Keinginan untuk rasa tak saling berlawanan
Denganmu dimanapun
Sampai kapan pun
Ini tentang merindukan
Merindukan masa yang mungkin tak akan datang
Dimana aku dan kamu mengingatkan
Dan temu menjadi sesuatu yang membahagiakan
Mengintimidasi
Oleh: Pujanggabajingan
Mengecup kening
Membelai rambut panjang
Memadang bola mata indah
Bercumbu denganmu tanpa jedah
Sialan motor tetangga,
Membangunkan dari mimpi
Mimpi yang terus berulang akhir akhir ini
Mimpi tentangmu yang menggugah rasa
Ini sepenggal cerita tentangmu
Yang menghantui
Mengintimidasi hati dan jiwa
Untuk selalu mengingatmu...
Satu Satunya
Oleh: Pujanggabajingan
Aku ingin satu satunya
Yang menikmati tatapan matamu
Aku ingin satu satunya
Yang menikmati senyummu
Aku ingin satu satunya
Yang menikmati belaiyanmu
Aku ingin satu satunya
Yang menikmati tutur rayumu
Aku ingin kau menjadi satu satunya
Dalam hidupku
Denganmu
Oleh: Pujanggabajingan
Berawal dari sebuah sunyuman
Kau memukau hati dan pikiran
Rasa yang muncul tiba tiba tak tertahan
Mendorong jiwa untuk selalu berpapasan
Denganmu...
Senyum yang begitu jarang tergores diwajah
Terus hadir tak terkendali...
Denganmu...
Ego yang begitu menggebu di jiwa
Terkikis perlahan
Denganmu...
Amarah yang datang dan pergi tak tahu masa
Tertidur lebih panjang
Kau mampu mengendalikanku...
Tak Menafikkan
Oleh: Pujanggabajingan
Aku mulai resah
Ketika alam belum juga berikan pertanda
Tentang hubungan yang terus aku perjuangkan tanpa lelah
Entahlah, apakah penolakkan jawabannya
Aku juga tak menafikkan
Kau selalu ada ditiap doaku
Memohon padaNya sang pemilik cinta
Dan yang membolak balikkan rasa
Aku khusuk meminta
Kamu yang ku cinta
Perihal Rasa
Oleh: Pujanggabajingan
Ini perihal rasa
Tentunya setiap orang berbeda
Sederhana, semisal warna favorit
Aku menyukai putih yang bersih
Sedangkan kamu, hitam pekat yang penuh misteri
Tentunya rasa demikian
Tak bisa di paksakan
Aku menyukai yang sederhana memikat
Kamu yang glamor memukau
Sungguh berbeda
Tentang Ikhlas
Oleh: Pujanggabajingan
Ini tentang ikhlas
Tentang bagimana mencinta tak berbalas
Mungkin menyakitkan
Tapi ini rela kulakukan
Ini tentang keinginan
Keinginan untuk rasa tak saling berlawanan
Denganmu dimanapun
Sampai kapan pun
Ini tentang merindukan
Merindukan masa yang mungkin tak akan datang
Dimana aku dan kamu mengingatkan
Dan temu menjadi sesuatu yang membahagiakan
Mengintimidasi
Oleh: Pujanggabajingan
Mengecup kening
Membelai rambut panjang
Memadang bola mata indah
Bercumbu denganmu tanpa jedah
Sialan motor tetangga,
Membangunkan dari mimpi
Mimpi yang terus berulang akhir akhir ini
Mimpi tentangmu yang menggugah rasa
Ini sepenggal cerita tentangmu
Yang menghantui
Mengintimidasi hati dan jiwa
Untuk selalu mengingatmu...
Satu Satunya
Oleh: Pujanggabajingan
Aku ingin satu satunya
Yang menikmati tatapan matamu
Aku ingin satu satunya
Yang menikmati senyummu
Aku ingin satu satunya
Yang menikmati belaiyanmu
Aku ingin satu satunya
Yang menikmati tutur rayumu
Aku ingin kau menjadi satu satunya
Dalam hidupku
Ribuan Kilometer
Oleh: Pujanggabajingan
Jarak kita terpaut ribuan kilometer
Namun rasa masih tetap sama
Tak berubah sedikit pun
Ku harap dirimu juga demikian
Semoga...
Jarak kita terpaut ribuan kilometer
Namun doa masih terselip namamu
Tak berubah sedikit pun
Ku harap dirimu juga demikian
Semoga...
Jarak kita terpaut ribuan kilometer
Namun rindu masih selalu padamu
Tak berubah sedikit pun
Kuharap dirimu juga demikian
Semoga...
Bagaimana puisi cinta romantisnya, apakah telah mewakili perasaan kamu sekalian ? semoga... jangan takut mengungkapkan rasa cinta karena apabila di pendam akan membawa penyesalan. Terimakasih telah berkunjung di blog ini, sampai jumpa di kumpulan puisi lainnya...
Posting Komentar untuk "60+ Puisi Cinta Romantis Menyentuh Hati Paling Baru"