Kumpulan Puisi Galau, Cinta, Sedih Dan Rindu Paling Menyayat Hati
Kumpulan Puisi Galau, Cinta, Sedih, dan Rindu Paling Menyayat Hati !!! Halo sahabat galau, apa kabarnya hari ini semoga sehat selalu, aminnn... pada hari yang hujan namun tidak badai ini, izinkanlah saya menemani sahabat galau sekalian untuk bangkit dari kegalauan. Galau memang membingungkan apalagi galau karena cinta, galau karena rindu ataupun galau karena dia lebih memilih orang lain ketimbang kamu, rasanya itu perih bagai di sayat belati hehehe (Lebaii).
Sahabat galau mestinya harus tetap bersyukur dengan semua kenyataan itu, berfikir positif dengan anggap saja semua bagian dari proses untuk menemukan yang lebih cocok dan sehati (motifasi tak berfaedah). Jangan biarkan rasa galau itu membunuh aktifitas sahabat sekalian, iya mimin tahu sakit dan perihh, tapi yakin Tuhan akan menggantikan yang lebih baik dari dia aminnn....
Baca juga :
Baca juga :
Nahh seperti biasa untuk menemani kegalauan sahabat galau sekalian, saya akan menyuguhkan (Emang makanan) Kumpulan Puisi Galau Cinta Sedih Dan Rindu Paling Menyayat Hati versi mimin dan blog ini, ok selamat menikmati...
Berbohong
Oleh: Pujanggabajingan
Oleh: Pujanggabajingan
Aku sedang belajar berbohong dari kebenaran,
Bahwa aku merindukanmu
Bahwa aku mengagumimu
Bahwa aku menyayangimu
Mungkin ini adalah hal terbaik yang dapat ku lakukan
Sebab dengan belajar berbohong
Aku dapat mudah melihatmu
Walau hanya dari jendela kecil kamarku
Oleh: Pujanggabajingan
Sepertinya aku harus menepi sejenak
Dari segala hal tentangmu
Yang membuatku lelah
Setidaknya untuk menghela nafas
Sampai aku tahu
Seberapa banyak kebohongan
Yang kau katakan padaku
Tentang rasamu
Oleh: Pujanggabajingan
Izinkan aku memohon diri
Untuk pamit padamu, yang terus menerus menggores luka
Izinkan aku memohon diri
Untuk pergi darimu, yang terus menerus menghadirkan duka
Aku mulai menggigil sakit karena sikapmu yang mati rasa
Menggapku patung dan enggan menyentuhku
Aku mulai tersadar cintamu bukan untukku sepenuhnya
Terbagi dengannya, cinta masa lalumu
Izinkan aku memohon diri...
Oleh: Pujanggabajingan
Maaf, jika aku gampang terluka
Maaf, jika aku mudah terhasut cemburu
Maaf, jika aku terlalu keras
Maaf, jika aku membuatmu terkekang
Maaf, jika aku selalu rindu
Maaf, jika aku bodoh
Maafkan aku...
Yang tak angin kehilanganmu
Oleh: Pujanggabajingan
Kamu adalah penyesalan terindah
Mungkin itu salahku,
yang kurang peka
Atau salah waktu,
yang mempertemukan kita lebih awal
Sampai pada akhirnya,
Kita berpisah mencari arah, meraih cita
Aku terhempas dalam jurang kehidupan
Yang begitu keras
Sementara kamu, jauh meninggalkanku dipuncak menara
Oleh: Pujanggabajingan
Aku mencoba berbaik sangka padamu yang pandai menyakiti,
Walau kadang terkesekan memaksakan diri
Mencintaimu akan selalu kulakukan; seperti perkataanku yang dulu, sekarang dan akan datang
Mungkin terasa konyol
Entahlah... tapi itu yang sedang ku rasakan
Aku mencoba berbaik sangka padamu yang selalu mendustai,
Walau luka telah mengangah besar dalam hati
Mencintaimu telah menjadi kewajiban sejak dulu, sekarang dan akan datang
Mungkin terkesan gila
Entahlah... tapi itu yang sedang ku rasakan ...
Aku mencoba berbaik sangka...
Oleh: Pujanggabajingan
Aku akan mencoba, berajak dari sepi
Membuka kembali lembaran baru
Menerima segala keadaan
Dan melupakan segala kenangan
Aku akan mencoba, membujuk hati
Untuk kembali menerima
Berbaik sangka pada perasaan
Yang mungkin akan datang
Aku akan mencoba...
Oleh: Pujanggabajingan
Aku mengenalmu dari sebuah perjodohan
Yang sejujurnya hal yang paling ku benci dalam percintaan
Namun aku terjebak pada bakti
Dan demi kebahagiaan orang tua
Mungkin aku masih muak dengan kisah masa lalu
Yang menempaku jadi seperti ini
Dingin dan membantu
Maafkan aku yang belum melirikmu
Oleh: Pujanggabajingan
Mau tahu perumpamaan aku dan kamu ?
Seperti air dan minyak, yang sulit untuk menyatu
Ibarat langit dan bumi, yang hanya mampu saling menatap
Laksana Siang dan malam, yang sukar untuk bertemu
Tapi aku selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu
Begitu pula kamu
Setidaknya kita dapat saling melengkapi
Seperti mereka
Oleh: Pujanggabajingan
Kamu masih ingat
Betapa sumringahnya diriku kala kau menerimaku ?
Iya, aku mulai berusaha tapil sempurna setiap harinya di hadapanmu
Berusaha menjadi yang terbaik dimatamu
Aku tak akan melupakan masa-masa itu
Sampai pada saat kalimat untuk menkhiri hubungan ini kamu ucapkan
Entahlah...
Mungkin aku terlalu sibuk menjadi yang sempurna
Hingga aku lupa menyuguhkan kenyamanan yang kamu inginkan
Oleh: Pujanggabajingan
Aku belum beranjak dari kamar sepiku
Masih terisak akan tindakanmu padaku.
Bukan...
Ini bukan karena kepergianmu
Hanya saja hati yang masih mengingat potongan kenangan yang kita jalani bersama,
Aku mungkin akan lebih sulit untuk tersenyum, apalagi tertawa selepas kepergianmu
Bukan karena aku patah sepatah-patahnya
Hanya saja...
Aku tak ingin salah untuk yang kedua kalinya
Oleh: Pujanggabajingan
Kamu begitu sempurna
Laksana benda mulia yang sukar di temui
Kamu begitu mudah membuat semua orang terpana
Termasuk aku...
Aku tak perna berfikir untuk mendekatimu
Apalagi mencintaimu
Jangan tanya mengapa...?
Karena aku akan mudah terhasut cemburu
Bahkan pada burung yang bersiul
Alasanku
Oleh: Pujanggabajingan
Kamu mau tahu alasanku pergi ?
Meninggalkan cerita yang kita rangkai bersama
Meninggalkan kasih yang kita jaga bersama
Bukan...
Bukan karena aku bosan denganmu
Aku hanya lelah dengan keadaan
Yang begitu keras memaksaku untuk tersisih lebih awal
Oleh: Pujanggabajingan
Kamu mau tahu alasanku pergi ?
Meninggalkan cerita yang kita rangkai bersama
Meninggalkan kasih yang kita jaga bersama
Bukan...
Bukan karena aku bosan denganmu
Aku hanya lelah dengan keadaan
Yang begitu keras memaksaku untuk tersisih lebih awal
Jangan bertanya tentang bibit, bebet dan bobotku?
Pokoknya aku hanya insan biasa yang tak punya apa-apa
Mencari pemilik hati yang telah tertulis di lauhul mahfuds
Dan Itu bisa saja kamu...
Bila orang tuamu terus bertanya tentang itu
Jawab saja apa adanya, seperti aku melihatmu
Dan apabila mereka tetap mengatakan tidak,
Ikuti mereka...
karena ridho mereka adalah ridho-Nya
Mungkin kamu bukan rahasia takdirku
Tetapi hanyalah selembar proses untuk meraihnya
Begitu pula sebaliknya
Tersisa Janji Semu
Oleh: Pujanggabajingan
Bibirmu tetap membisu
Tanpa jawaban
Selepas cinta yang kita semai dulu
Kau rusak, tanpa alasan
Dikala bintang berkedip rayu
Dikala dingin menusuk kalbu
Dibawah bulan yang bersinar ayu
Terucap janji sehidup semati
yang tidakkan terlupa sapai kini
Mengapa...
Saat rindu kian menggebu
Saat hari-hari berwarna karena cintamu
Kau berpaling dariku
Pergi menghilang tanpa jejak
yang tersisa hanyalah janjimu yang semu
Demikianlah Kumpulan Puisi Galau, Cinta, Sedih, dan Rindu Paling Menyayat Hati yang dapat mimin suguhkan, semoga dapat menghibur atau membuat sahabat galau semakin galau (Bukan urusan saya), sampai jumpa di kumpulan puisi galau yang lain dan semoga kita selalu dalam lindunganNya (Aminnn....)

Posting Komentar untuk "Kumpulan Puisi Galau, Cinta, Sedih Dan Rindu Paling Menyayat Hati"