Puisi Cinta Galau Sedih || Cinta Rumit

Cinta Rumit
Oleh: Pujanggabajingan
Bisakah kau menjadi penawar lukaku
Menjadi setetes madu di tengah pahitnya empedu
Menjadi seteguk air ditengah keringnya dahaga
Menjadi setitik pelita di tengah malam
Seperti sang kunang kunang yang memberi sedikit cahaya di keheningan malam
Walau gelap, sunyi, sepi, Namun memberikan warna...!!!
Engkau bukan yang pertama dan terakhir dihatiku
Namun mengapa kau seperti memaksaku tuk tetap memikirkanmu
Menyentuhmu mungkin bukan satu satunya dosa terindah yang kurasakan
Namun mengapa kau seperti menyeretku tuk tetap mencintaimu
Jika hanya dengan menutup mata ini
Aku bisa melupakanmu, akan kulakukan setiap detik hariku
Jika hanya dengan mengusap dada ini
Segala rasa sakit akan hilang
Akan kulakukan setiap aku mengingatmu
Namun kau tak semudah menutup mata dan mengusap dada
Engkau lebih rumit menimbah air dengan keranjang
Oleh: Pujanggabajingan
Bisakah kau menjadi penawar lukaku
Menjadi setetes madu di tengah pahitnya empedu
Menjadi seteguk air ditengah keringnya dahaga
Menjadi setitik pelita di tengah malam
Seperti sang kunang kunang yang memberi sedikit cahaya di keheningan malam
Walau gelap, sunyi, sepi, Namun memberikan warna...!!!
Engkau bukan yang pertama dan terakhir dihatiku
Namun mengapa kau seperti memaksaku tuk tetap memikirkanmu
Menyentuhmu mungkin bukan satu satunya dosa terindah yang kurasakan
Namun mengapa kau seperti menyeretku tuk tetap mencintaimu
Jika hanya dengan menutup mata ini
Aku bisa melupakanmu, akan kulakukan setiap detik hariku
Jika hanya dengan mengusap dada ini
Segala rasa sakit akan hilang
Akan kulakukan setiap aku mengingatmu
Namun kau tak semudah menutup mata dan mengusap dada
Engkau lebih rumit menimbah air dengan keranjang
Posting Komentar untuk "Puisi Cinta Galau Sedih || Cinta Rumit"